Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.
Diberdayakan oleh Blogger.

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Ipsum

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Lorem

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Followers

Blogger templates

RSS

Pages

ANALISIS PRILAKU BIAYA

ANALISIS PRILAKU BIAYA


1. Pengertian

Perilaku biaya merupakan perubahan biaya prilaku biaya yang terjadi akibat perubahan aktivitas bisnis


2. Pola Prilaku Biaya

Pola Prilaku Biaya terbagi menjadi 3 pola dasar utama yaitu :

a. biaya variabel

biaya yang secara total berubah sebanding dengan aktivitas atau volume produksi dalam rentang relevan tetapi perunit bersifat tetap

b. biaya tetap

biaya yang secara total tetap dalam rentang relevan tetapi perunit bersifat tetap

c. biaya campuran

biaya yang mengandung unsur biaya tetap dan variabel


3. Tujuan Perilaku Biaya

Tujuan Perilaku Biaya memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu :
- perhitungan tarif biaya overhead perdeterminasi dan analisis varians
- perhitungan biaya langsung dan analisis varians
- analisis titik impas dan analisis biaya volume dan laba
- analisis biaya differensial dan komparatif
- analisis maksimalis laba dan minimalis biaya jangka pendek
- analisis anggaran modal
- analisis profitabilitas pemasaran


4. Metode Perilaku Biaya

Metode Perilaku Biaya terbagi menjadi 3 metode diantaranya :

a. metode titik tertinggi dan terendah

suatu metode dimana dalam menghitung biaya tetap dan biaya variabel dengan menggunakan dua titik yang berbeda yaitu titik tertinggi dan titik terendah

b. metode analisis regresi

suatu metode dimana memisahkan biaya menjadi tetap dan variabel dengan menggunakan persamaan secara matematis. metode ini merupakan pendekatan yang efektif dan sederhana untuk mengkur rata-rata perubahan variabel independen


c. metode scattegraph

suatu metode dimana suatu plot dari biaya terhadap tingkatan kegiatan dimasa lalu. menunjukan setiap perubahan yang berarti dalam hubungan antara biaya dan kegiatan pada tingkatan kegiatan yang berbeda



SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENILAIAN PERSEDIAAN PENDEKATAN DASAR BIAYA

PENILAIAN PERSEDIAAN PENDEKATAN DASAR BIAYA



1. Pengertian

Persediaan adalah pos-pos aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual
perusahaan manufaktur memiliki 3 akun persediaan yaitu :

a. persediaan bahan baku :

biaya yang dibebankan ke barang dan bahan baku yang ada ditangan tetapi belum dialihkan ke produksi dilaporkan 

b. persediaan barang dalam proses : 

biaya bahan baku untuk produk yang telah dibuat tetapi belum selesai, ditambah biaya tenaga kerja langsung yang diaplikasikan secara khusus ke bahan baku ini dan biaya overhead yang dialokasikan

c. persediaan barang jadi : 
biaya yang berkaitan dengan produk yang telah selesai tetapi belum terjual pada akhir periode fiskal dilaporkan


2. Pengendalian 

Pengendalian terbagi menjadi 2 macam yaitu :

a. Sistem Perpeptual

Sistem Perpeptual adalah sistem secara terus menerus melacak perubahan akun persediaan yaitu semua pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat secara langsung ke akun persediaan pada saat terjadi

b. Sistem Periodik

Sistem Periodik adalah sistem yang merupakan semua pembelian selama periode akuntansi dicatat dengan mendebet akun pembelian

3. Masalah Mendasar Dalam Penilaian Persediaan 

biaya barang yang tersedia untuk dijual atau digunakan adalah jumlah dari :
- biaya barang yang ada ditangan ada awal periode dan
- biaya barang yang dibeli atau diproduksi selama periode berjalan

a. Penilaian Pokok Bisa Menjadi Proses Yang Kompleks Yang Memerlukan Penentuan Atas :

- barang fisik yang harus dimasukkan dalam periode berjalan
- biaya-biaya yang harus dimasukkan dakam persediaan
- asumsi biaya yang harus diadopsi


b. Harga Pokok Produksi adalah perbedaan antara :

- barang fisik yang tersedia untuk dijual selama periode berjalan
- biaya yang ada ditangan pada akhir periode

4. Biaya Fisik Yang Dimasukkan Dalam Persediaan

Biaya Fisik Yang Dimasukkan Dalam Persediaan terbagi menjadi 4 macam yaitu :

a. barang dalam perjalanan

jika barang yang dikirimkan atas dasar F.O.B Shipping Point maka hak kepemilikan berpindah ke pembeli ketika penjual menyerahkan barang kepada perusahaan penyangkut yang bertindak sebagai agen bagi pembeli
jika barang yang dikirimkan atas dasar F.O.B Destination maka hak kepemilikan belum berpindah sampai pembeli menerima barang dari perusahaan penyangkut


b. barang konsinyasi 

salah satu metode pemasaran khusus untuk produk-produk tertentu dikenal dengan konsinyasi perusahaan mengirimkan barang dagang yang bertindak sebagai agen dalam menjual barang konsinyasi


c. perjanjian penjualan khusus

perjanjian penjualan khusus terbagi menjadi 3 bagian diantaranya yaitu :
-penjualan dengan perjanjian beli kembai
-penjualan dengan tingkat retur yang tinggi
-penjualan cicilan


d. pengaruh kesalahan persediaan

- salah saji persediaan akhir

jika persediaan akhir kurang saji, maka  modal kerja dan rasio lancar kurang saji. jika haraga pokok penjualan lebih saji, maka laba bersih kurang saji.

- salah saji pembelian dan persediaan

jika pembelian secara kredit dan persediaan akhir lebih saji, maka pengaruhnya terhadap neraca akan sebaliknya, persediaan serta utang usaha akan lebih saji dan rasio lancar kurang saji
b.       Salah-saji pembelian dan persediaan
 





        SUMBER : BUKU PAKET AKUNTANSI INTERMEDIT JILID 1 Karya Donald E. Kioso, Jerry J.
        Weygandt, Terry D Welfilied

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LAPORAN LABA-RUGI & INFORMASI YANG BERHUBUNGAN

LAPORAN LABA-RUGI & INFORMASI YANG BERHUBUNGAN


1. Pengertian

Laporan laba rugi merupakan laporan yang mengukur laporan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu


2. Kegunaan Laporan Laba Rugi

kegunaan laba rugi merupakan laporan yang mengukur laporan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu
- mengevaluasi kinerja kerja masa lalu perusahaan
- memberi dasar untuk memprediksi kinerja kerja masa depan
- membantu menilai resiko atau ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan


3. Keterbatasan Laporan Laba Rugi  

keterbatasan laporan laba-rugi memiliki 3 kerugian diantaranya yaitu :
- pos-pos ysng tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan laba-rugi
- angka-angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi yang digunakan
- pengukuran laba yang mengakibatkan pertimbangan

4. Unsur-Unsur Laporan Laba Rugi

- pendapatan
- beban
- keuntungan
- kerugian

5. Format Laporan Laba Rugi

Format Laporan Laba Rugi terbagi menjadi 2 macam yaitu :

a. format laporan laba rugi bertahap

- pemisah aktivitas operasi dan non operasi perusahaan
- klasifikasi beban menurut fungsi seperti barang dagang dan manufaktur harga pokok penjualan dan administrasi


b.  format laporan laba rugi bentuk langsung

- hanya ada dua pengelompokan yaitu pendapatan dan beban.
- keunggulannya adalah kesederhanaan penyajian dan tidak adanya implikasi bahwa satu jenis pos pendapatan atau beban lebih diperiotaskan dari yang lainnya


c. format laporan laba rugi ringkas

- hanya mencantumkan total kelompok beban dalam laporan laba rugi dan menyusun skedul beban tambahan untuk mendukung total-total tersebut


6. Komponen Intermediate Dari Laporan Laba Rugi

a. bagian operasi : melaporkan pendapatan dan beban

- bagian penjualan atau pendapatan
- bagian harga pokok penjualan
- beban administrasi atau umum

b. bagian non operasi :

 laporan pendapatan dan beban yang berasal dari aktivitas dari aktivitas sekunder atau tambahan dari perusahaan
- pendapatan dan keuntungan lain
- beban dan kerugian lain

c. pajak penghasilan : 

melaporkan pajak pengahsilan federal dan  negara bagian yang dikenakan atas laba dari operasi berlanjut

d. operasi yang dihentikan : 

keuntungan atau kerugian material yang berasal dari disposisi segmen bisnis


e. pos-pos luar biasa : 

keuntungan dan kerugian material yang bersifat tidak biasa dan jarang terjadi

f. laba per saham







SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERHITUNGAN BIAYA PESANANJOB ORDER COSTING

PERHITUNGAN BIAYA PESANANJOB ORDER COSTING




1. Pengertian

Job Order Costing (Sistem Perhitungan Biaya) merupakan sistem atau metode pengakumulasian atau pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan

2. Tujuan

Job Order Costing mempunyai beberapa tujuan diantaranya :
- menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak, tumpukan produk atas dasar pesanan
- menentukan harga pokok produk dari setiap pesanan, baik harga pokok produk secara keseluruhan tiap pesanan maupun tiap per satuan


3. Karakteristik

Karakteristik Biaya Pesan memiliki beberapa karakteristik diantaranya yaitu :
- sifat produksi untuk memenuhi pesanan
- tujuan produksi untuk memenuhi pemesanan
- spesifikasi produk tergantung pemesanan
- pencatatan biaya produksi dilakukan pada kartu biaya pesanan
- biaya per unit dihitung, dengan membagi total biaya produksi
- akumulasi biaya pada umumnya menggunakan biaya normal
- produk yang sudah selesai dapat disimpan digudang atau langsung diserahkan kepada pemesanan

4. Kartu Biaya Pesanan

Kartu Biaya Pesanan memiliki beberapa fungsi diantaranya :
- sebagai dokumen dasar dalam perhitungan biaya pesanan dengan mengakumulasi biaya untuk setiap
  pesanan.
- banyaknya kartu biaya pesanan dibuat sebanyak pesanan yang dikerjakan
- kartu biaya pesanan dibuat bernomor urut (prenumbered)
- kartu biaya pesanan disamping dipergunakan untuk menghitung harga pokok suatu perusahaan juga berfungsi sebagai rekening pembantu (subsidiary account) dari rekening control


5. Jurnal Perhitungan Biaya Pesanan

ada 8 bentuk jurnal yang dibutuhkan untuk mencatat elemen-elemen biaya dalam pesanan yaitu :
- pembelian bahan baku
- penggunaan bahan baku
- pencatatan gaji dan upah
- pendistribusian beban gaji dan upah
- pencatatan BOP sesungguhnya
- pencatatan BOP dibebankan
- pencatatan penyelesaian pesanan
- penjualan produk yang dipesan






SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA

SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA



A. SISTEM BIAYA


1. Pengertian


Sistem Biaya adalah organisasi dari formulir, catatan dan laporan yang terkoordinasi yang bertujuan untuk melaksanakan kegiatan dan merupakan informasi biaya bagi manajemen


2. Jenis Sistem Biaya 


Jenis Sistem Biaya terbagi menjadi 2 sistem diantaranya :

a. sistem biaya sesungguhnya (history)

suatu sistem dmana dalam pembebanan harga pokok produk atau jasa pada saat biaya tersebut sudah terjadi

b. sistem biaya ditentukan dimuka (biaya standar)

suatu sistem dimana dalam pembebanan harga pokok kepada produk atau jasa dihasilkan sebesar harga pokok yang ditentukan


3. Penentuan Harga Pokok


Penentuan Harga Pokok terbagi menjadi 2 bagian diantaranya :

a. kalkulasi biaya penuh

suatu metode dimana dalam penentuan harga pokok suatu produk dengan memperhitungkan semua biaya produksi 

b. kalkulasi biaya variabel

suatu metode dimana dalam penentuan harga pokok suatu produk hanya memperhitungkan biaya produksi yang bersifat variabel


B. AKUMULASI BIAYA


1. Pengertian


Akumulasi Biaya adalah suatu cara untuk mengetahui berapa besar yang dikeluarkan suatu produk dan jasa


2. Metode Akumulasi Biaya


Metode Akumulasi Biaya terbagi menjadi 2 macam yaitu :

a. metode akumulasi biaya pemesanan

suatu metode dimana metode yang digunakan dalam pengumpulan suatu produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan

b. metode akumulasi biaya proses

suatu metode dimana dalam pengumpulan harga pokok produk dengan mengumpulkan biaya untuk setiap satuan waktu


3. Aliran Biaya Dalam Perusahaan Pabrikasi


Aliran Biaya Dalam Perusahaan Pabrikasi memiliki beberapa ciri diantaranya yaitu
- siklus akuntansi biaya yang berhubungan dengan proses produksi yang terjadi yang dimulai dari 
  awal sampai berakhirnya suatu proses produksi tersebuta 
- semua aliran biaya yang terjadi diperhitungkan tanpa memperhatikan adanya perilaku biaya tetap dan variabel

4. Siklus Akuntansi Biaya 


- penentuan harga pokok yang dibeli dan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi
- penentuan biaya tenaga kerja langsung
- penentuan biaya overhead pabrik 


5. Dasar Jurnal Pada Siklus Akuntansi


Dasar Jurnal Pada Siklus Akuntansi terbagi menjadi 6 dasar jurnal yaitu :
- jurnal bahan baku langsung dan bahan penolong
- jurnal tenaga kerja langsung
- jurnal biaya overhead pabrik
- jurnal penjualan
- jurnal harga pokok produk dalam proses
- jurnal harga pokok produk selesai





SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (FACTORY OVERHEAD CONTROL)



PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (FACTORY OVERHEAD CONTROL) 

1. Pengertian

bahan baku tidak langsung serta biaya tidak langsung lainnya yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke produk selesai atau tujuan karir biaya, istilah lain yang dapat digunakan untuk biaya overhead pabrik adalah biaya produksi tidak langsung.

2. Karakteristik 

- hubungan biaya overhead pabrik dengan produk atau volume produksi
- overhead pabrik berurusan dengan elemen-elemen biaya yang berhubunngan dengan perubahan
  perubahan biaya overhead pabrik terhadap perubahan volume produksi


3. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangan Dalam Penentuan Tarif Overhead Pabrik

a. Dasar yang digunakan

    penentuan tarif yang digunakan merupakan hal yang penting untuk menentukan overhead pabrik yang sewajarnya dibebankan kepada produk. Penentuan dasar tarif ini biasanya dihubungkan dengan fungsi yang diwakili oleh overhead pabrik yang akan dibebankan

b. Pemilihan Tingkat Aktivitas

tujuan tingkat aktivitas 
1) penetapan biaya standar
2) pembebanan biaya ke persediaan
3) penyusunan anggaran fleksibel untuk departemen dan penentuan tarif BOP
4) perhitungan titik impas
5) penjadwalan produksi
6) pengukuran pengaruh 

c. Memasukkan Atau Tidak Memasukkan Overhead Pabrik Tetap

memasukkan atau tanpa memasukkan overhead pabrik dalam penentuan tarif biaya overhead pabrik pabrik berhubungan dengan metode penentuan harga pokok yang digunakan. Metode penentuan harga pokok yang digunakan yaitu metode variable costing dan full costing

d. Metode Tarif Tunggal Atau Beberapa Tarif Berbeda Atau Untuk Aktivitas Jasa

- membuat anggaran biaya overhead pabrikuntuk masing-masing departemen, produksi dan
  departemen jasa, yang kemudian dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel
- membuat penelitian pabrik pada awal periode
- mendistribusikan setiap elemen biaya overhead pabrik yang dianggarkan kesetiap departemen
  menjadi biaya langsung dan tidak langsung departemen
- perhitungan tarif biaya overhead pabrik untuk setiap departemen
- alokasi biaya overhead pabrik yang dianggarkan dari departemen jasa ke departemen produk




SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGENDALIAN BIAYA MATERIAL (MATERIAL CONTROLLING)


PENGENDALIAN BIAYA MATERIAL (MATERIAL CONTROLLING)


1. PEMBELIAN BAHAN BAKU

 3 prosedur saat pembelian bahan baku

a. permintaan pembelian

pesanan tertulis dari bagian gudang yang mengenai persediaan, atau supervisi departemen yang bertanggung jawab mengenai persediaan, yang ditunjukan ke departemen pembelian sebagai permintaan kebutuhan bahan, formulir ini dibuat rangkap tiga (ditunjukan ke departemen pembelian, dikirim ke bagian yang mengajukan permintaan yang terakhir sebagai arsip)

b. pesanan pembelian

dalam pesanan pembelian ini, memuat :
- jumlah bahan yang diminta
- harga dan syarat-syarat pembelian
- formulir ini dibuat 4 rangkap, dikirim ke supplier, departemen akuntansi, departemen penerimaan,
  departemen pembelian

c. penerimaan bahan

laporan tertulis yang dibuat oleh departemen penerimaan bahan
dibuat 4 rangkap untuk dikirim ke departemen pembelian, departemen akuntansi, departemen pergudangan, departemen penerimaan sendiri


2. PENILAIAN PERSEDIAAN AKHIR 

Dalam metode fisik, untuk menghitung biaya bahan baku yang digunakan, terlebih dahulu harus dihitung nilai persediaan akhir bahan baku, untuk perhitungan nilai persediaan akhir bahan baku ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu :

a. metode identifikasi khusus

metode penilaian harga pokok bahan yang digunakan dan penilaian harga pokok persediaan banyak ditentukan oleh frekuensi pembelian bahan baku, harga beli yang berbeda-beda

b. metode rata-rata 

dala metode ini nilai persediaan akhir dihitung dengan cara membagi total biaya pembelian bahan satu periode dengan total unit yang dibeli dikalikan dengan unit persediaan akhir 

c. metode rata-rata tertimbang 

dalam metode ini dapat mengurangi kelemahan dari metode rata-rata sederhana, dengan memperhitungkan unit pembelian dan harga pembelian

d. metode masuk pertama keluar pertama (MPKP)

dalam metode ini diasumsikan bahwa bahan baku yang pertama kali masuk atau dibeli yang digunakan, jadi nilai persediaan akhir lebih banyak berasal dari bahan baku masuk atau pembelian terakhir.

e. metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP)

dalam metode ini diasumsikan bahwa bahan baku yang terakhir kali masuk atau dibeli yang digunakan, jadi nilai persediaan akhir lebih banyak berasal dari bahan baku masuk atau pembelian awal.
   




SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA

PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA 



Biaya tenaga kerja merupakan konstribusi seorang pekerja kedalam proses produksi, biaya tenaga kerja ini mempunyai peranan yang penting, karena biaya tenaga kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya produksi suatu produk. tenaga kerja adalah daya kerja fisik maupun mental yang merupakan sumbangsih manusia untuk menghasilkan suatu produk dan jasa tertentu 

biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur dapat dibedakan menjadi :

a. biaya tenaga kerja langsung :

yaitu tenaga kerja yang dapat ditelusuri kepada produk yang dihasilkan, merupakan biaya utama untuk menghasilkan produk  dan jasa tertentu, dan  secara langsung diidentifikasi kepada produksi.

b. biaya tenaga kerja tidak langsung :

merupakan seluruh biaya tenaga kerja selain biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan proses produksi untuk menghasilkan produk dan jasa tertentu.


1. PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA

pengendalian biaya tenaga kerja dimulai dari penempatan biaya tenaga kerja, perencanaan skedul produksi, penyusunan anggaran biaya tenaga kerja, waktu penyelesaian pekerja dan perencanaan upah insentif


2. PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

merupakan ukuran prestasi produksi dengan menggunakan tenaga kerja manusia sebagai tolak ukur. Produktivitas merupakan jumlah produk dan jasa yang dihasilkan seorang pekerja atau dengan kata lain sebagai efisiensi yang mengubah sumber daya manusia menjadi suatu produk dan jasa tertentu.


3. PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

pengukuran produktivitas mempunyai tujuan untuk menampilkan suatu indeks yang lebih akurat guna membandingkan hasil sesungguhnya dengan standar prestasi yang diterapkan


4. TUNTUTAN MUTU

- biaya pencegahan
- biaya peningkatan mutu
- biaya kegagalan internal
- biaya kegagalan eksternal 


5. DANA PENSIUN

program dana pensiun merupakan program yang dibuat di sebagian perusahaan untuk menjamin hari tua seluruh karyawan
untuk mengetahui berapa besar dana yang harus disediakan program dana pensiun, perlu diperhatikan :
- berapa jumlah karyawan yang pensiun disetiap tahunnya
- jumlah nominal yang harus dibayar pada setiap karyawan berdasarkan perhitungan
  aktuaris 
- berapa lama masanya dana pensiun akan dibayar
- jumlah pendapatan yang akan ditanam dari penyesihan dana pensiun
- santunan yang dibayar kepada karyawan sebelum mencapai usia pensiun

6. METODE UPAH INTENSIF 

a. Rencana unit kerja langsung

rencana yang paling sederhana adalah dengan membayar upah diatas tarif dasar upah yang berlaku

b. Metode Bonus 100%

merupakan variasi dari metode hasil kerja langsung. perbedaannya terletak pada standar yang dibuat bukan berdasarkan satuan uanng, tetapi berdasarkan waktu per unit ke per - unit

c. Metode Bonus Kelompok 

dalam proses produksi suatu departemen atau keseluruhan pabrik, kerapkali memerlukan pekerja yang bekerja dalam kelompok atau regu guna mengoperasikan mesin-mesin besar, karena dalam pengoperasian mesin-mesin besar tidak mungkin memisahkan seorang pekerja dari kelompok, tidak mungkin meningkat keluarannya sendiri tanpa kerja sama dari kelompok



SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS