Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.
Diberdayakan oleh Blogger.

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Ipsum

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Lorem

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Followers

Blogger templates

RSS

Pages

PENGENDALIAN BIAYA MATERIAL (MATERIAL CONTROLLING)


PENGENDALIAN BIAYA MATERIAL (MATERIAL CONTROLLING)


1. PEMBELIAN BAHAN BAKU

 3 prosedur saat pembelian bahan baku

a. permintaan pembelian

pesanan tertulis dari bagian gudang yang mengenai persediaan, atau supervisi departemen yang bertanggung jawab mengenai persediaan, yang ditunjukan ke departemen pembelian sebagai permintaan kebutuhan bahan, formulir ini dibuat rangkap tiga (ditunjukan ke departemen pembelian, dikirim ke bagian yang mengajukan permintaan yang terakhir sebagai arsip)

b. pesanan pembelian

dalam pesanan pembelian ini, memuat :
- jumlah bahan yang diminta
- harga dan syarat-syarat pembelian
- formulir ini dibuat 4 rangkap, dikirim ke supplier, departemen akuntansi, departemen penerimaan,
  departemen pembelian

c. penerimaan bahan

laporan tertulis yang dibuat oleh departemen penerimaan bahan
dibuat 4 rangkap untuk dikirim ke departemen pembelian, departemen akuntansi, departemen pergudangan, departemen penerimaan sendiri


2. PENILAIAN PERSEDIAAN AKHIR 

Dalam metode fisik, untuk menghitung biaya bahan baku yang digunakan, terlebih dahulu harus dihitung nilai persediaan akhir bahan baku, untuk perhitungan nilai persediaan akhir bahan baku ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu :

a. metode identifikasi khusus

metode penilaian harga pokok bahan yang digunakan dan penilaian harga pokok persediaan banyak ditentukan oleh frekuensi pembelian bahan baku, harga beli yang berbeda-beda

b. metode rata-rata 

dala metode ini nilai persediaan akhir dihitung dengan cara membagi total biaya pembelian bahan satu periode dengan total unit yang dibeli dikalikan dengan unit persediaan akhir 

c. metode rata-rata tertimbang 

dalam metode ini dapat mengurangi kelemahan dari metode rata-rata sederhana, dengan memperhitungkan unit pembelian dan harga pembelian

d. metode masuk pertama keluar pertama (MPKP)

dalam metode ini diasumsikan bahwa bahan baku yang pertama kali masuk atau dibeli yang digunakan, jadi nilai persediaan akhir lebih banyak berasal dari bahan baku masuk atau pembelian terakhir.

e. metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP)

dalam metode ini diasumsikan bahwa bahan baku yang terakhir kali masuk atau dibeli yang digunakan, jadi nilai persediaan akhir lebih banyak berasal dari bahan baku masuk atau pembelian awal.
   




SUMBER : BUKU AKUNTANSI BIAYA JILID 4 Karya Bastian Bustami, Nurlaela 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar