Dolor

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Ipsum

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.
Diberdayakan oleh Blogger.

Lorem

Please note: Delete this widget in your dashboard. This is just a widget example.

Dolor

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Ipsum

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Lorem

Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Followers

Blogger templates

RSS

Pages

NASIONALISME GENERASI MILENIAL PART 2



NASIONALISME
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Berbagai masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme dan lain sebagainya,menimbulkan banyak permasalahan. Salah satunya adalah rendahnya rasa nasionalisme Bangsa Indonesia.
Taukah apa itu arti dari nasionalisme ? sebagai warga negara seharusnya kita mengetahui dan mengerti tentang nasionalisme. Pengertian Nasonalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal (Wikipedia Bahasa Indonesia).
Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Nasionalisme kenegaraan ialah variasi dari nasionalisme kewarganegaraan, yang selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik itu kuat sehingga memiliki  keutamaan untuk mengatasi hak universal dan kebebasan.
Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Nasionalisme tumbuh diindonesia dimulai setelah munculnya Serikat Islam. Budi Oetomo yang sudah terbentuk dahulu merupakan organisasi "elit" sehingga tidak berkontribusi dalam menumbuhkan nasionalisme diseluruh kalangan masyarakat. Serikat Islam melakukan berbagai upaya dalam menumbuhkan nasionalisme di seluruh daerah hindia belanda pada waktu itu.
Karena adanya faktor pendukung diatas maka di Indonesia pun mulai muncul semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme ini digunakan sebagai ideologi/paham bagi organisasi pergerakan nasional yang ada.
Ideologi Nasional di Indonesia diperkenalkan oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan kehidupan bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya adalah mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai ideologi maka akan menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa, wilayah serta tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya sebuah kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.
Saat ini sikap  nasionalisme  menjadi hal yang penting, karena mulai lunturnya jiwa nasionalisme tu sendiri dikalangan warga negara Indonesia.  
Bagi Bangsa Indonesia Nasionalisme adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Sejak abad 19 dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika khususnya Indonesia.
Rasa nasionalisme sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern , bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera. Pada masa penjajahan Belanda, Bangsa Indonesia mencapai puncak kejayaan rasa nasionalime Dimana pejuang-pejuang terdahulu kita bersatu dari sabang sampai merauke untuk membebaskan diri dari penjajah.
Hal itu bisa terwujud jika adanya rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat Indonesia dan telah terbukti kita bisa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat juang yang tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada ketahanan nasional bangsa Indonesia.

KEANEKARAGAMAN NEGARA INDONESIA
Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya. Indonesia berbeda-beda tetapi tetap satu jua seperti semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Dari Sabang sampai Merauke terbentang Keindahan Alam, Kehidupan Suku Bangsa yang Berdampindan dengan Budaya Warisan Ibu Pertiwi. Keanekaragaman itulah yang menjadi Semangat Persatuan & Kesatuan Indonesia dan Inilah Sejuta Keanekaragaman Indonesia.
Indonesia Negeri yang sangat Indah. Memiliki 1340 suku dan 300 Etnik berada di dalam Jamrud Khatulistiwa. Puluhan Ribu jenis Flora dan Fauna yang tersebar di 17.508 Pulau dengan garis pantai terpanjang di dunia, Puluhan Taman Nasional, Ratusan Gunung Berapi membuat Indonesia menjadi syurga dunia. Wisatawan dometik maupun mancanegara juga sudah membuktikannya, seperti di Pulau Bali yang setiap harinya didatangi jutaan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keindahan Indonesia itulah yang tidak dimiliki oleh Ratusan Negara lain di dunia.
Keanekaragaman Indonesia tidak hanya dari Suku, Alam, Budaya serta Kuliner saja. Bahasa menjadi bagian dari Keanekaragaman di Indonesia. Ribuan bahasa tersebar di setiap sudut Bumi Pertiwi dan bahasa menjadi bagian penting bagi masyarakat Indonesia. Indonesia ialah suatu negeri di Asia Tenggara di mana membentang hamparan alam hijau yang indah permai, birunya laut yang luas, dengan beraneka ragam tipe hayati yang mampu menciptakan tiap-tiap orang terkesima.
Tanah yang subur bersama beraneka ragam sumber daya alam yang ada dan nyaris seluruhnya bangsa di dunia membutuhkannya. Hal itu yang menjadikan sekian banyak negeri mau menguasainya dengan kiat menjajah Indonesia.



Budaya sendiri adalah identitas bangsa yg mesti dihormati, dijaga, and butuh dilestarikan biar kebudayaan ini terus ada play on words sanggup jadi warisan anak cucu nanti. Budaya yg ada di Indonesia dinamakan bersama budaya nasional. Sebagai Contoh adanya Kebudayaan di Indonesia diantaranya seperti kesenian batik, kesenian reog, kesenian tari pendet, kesenian wayang dan banyak yang lainnya lagi. Kebudayaan tersebut sangat khas dan terkenal diindonesia. 
Bangsa yang maju adalah bangsa yang dapat menghargai dan bangga akan kebudayaannya sendiri. Karena dari kebudayaan suatu bangsa dapat dilihat tingkat kemajuan dan intelektualitas masyarakatnya.Indonesia sebagai bangsa yang plural dengan ragam kebudayaannya mampu menarik perhatian dunia. Keanaekaragaman juga menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. Menjaga dan Melestarikan Sumber daya alam, Kehidupan Suku Bangsa yang berdampingan dengan Budaya menjadi Tangung Jawab bersama. Karena, Warisan Ibu Pertiwi selalu Abadi.

GLOBALISASI NEGARA INDONESIA
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
Meski sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.

Istilah globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering lagi sejak pertengahan 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikasi empat aspek dasar globalisasi: perdagangan dan transaksi, pergerakan modal dan investasi, migrasi dan perpindahan manusia, dan pembebasan ilmu pengetahuan. Selain itu, tantangan-tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, polusi air dan udara lintas perbatasan, dan pemancingan berlebihan dari lautan juga ada hubungannya dengan globalisasi. Proses globalisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh bisnis dan tata kerja, ekonomi, sumber daya sosial-budaya, dan lingkungan alam.
FAKTOR PENDORONG GLOBALISASI
Faktor Eksternal
Faktor eksternal munculnya globalisasi berasal dari luar negeri atau perkembangan dunia, yang diantara lain adalah:
1.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Globalisasi tidak akan bisa lepas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesatnya ilmu dan teknologi, manusia dapat melakukan suatu penelitian sekaligus menciptakan fasilitas yang memudahkan kerja dan aktivitas sehari-hari.
Kemajuan ilmu dan teknologi menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang serba canggih. Dapat mempermudah arus informasi dan transportasi secara cepat tanpa mengenal ruang dan waktu. Perkembangan sarana komunikasi yang semakin canggih juga merupakan salah satu bentuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong munculnya globalisasi.






2.      Kesepakatan internasional tentang pasar bebas
Hadirnya perdagangan bebas merupakan hal-hal yang bisa menguatkan terjadinya globalisasi di dunia ini. Tentunya, fenomena ini bisa terjadi karena mayoritas negara-negara yang ada saat ini menerapkan sistem ekonomi terbuka, seperti setiap negara bisa bekerjasama dengan negara lainnya. Dan tentunya Indonesia pun melakukan hal ini dengan negara lainnya. Hal ini menuntut adanya komunikasi yang semakin intensif antar negara-negara di dunia.
3.      Keberhasilan perjuangan pro demokrasi/politik dunia
Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di berbagai negara di dunia sedikit banyak memberi inspirasi munculnya tuntutan transparansi dan globalisasi di sebuah negara. Salah satu penyebab munculnya demokratisasi di berbagai belahan dunia adalah setelah runtuhnya Uni Soviet.
4.      Meningkatnya fungsi dan peran lembaga-lembaga internasional
Lembaga internasional tersebut, seperti IMF, PBB, Palang Merah Dunia, ASEAN, WTO yang membuka peluang bagi setiap negara untuk duduk bersama membahas masalah-masalah negara maupun perkembangan internasional.
5.      Perkembangan HAM di negara-negara belahan dunia
Perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM) menuntut kepedulian masyarakat internasional untuk turut memengaruhi upaya perlindungan maupun penegakkan HAM. Seperti halnya di Indonesia yang masih intens atas pelanggaran HAM di dalam negeri.
6.      Kemudahaan dalam migrasi
Saat ini semakin banyak orang yang bermigrasi atau berpindah dari satu negara ke negara lain dengan berbagai macam tujuan misalnya saja untuk bekerja, menuntut ilmu, wisata, dan berbagai macam keperluan lainnya. Hal ini yang membuat orang-orang yang ada dalam suatu daerah sudah terbiasa dengan orang-orang pendatang yang datang dari daerah lainnya misalnya Bali dengan turis-turis internasionalnya.



Faktor Internal
Faktor internal munculnya globalisasi berasal dari dalam negeri itu sendiri, antara lain seperti berikut:
1.      Ketergantungan sebuah negara terhadap negara lain
Negara yang berkembang sangat membutuhkan barang-barang dan jasa dari negara negara maju untuk membangun negerinya. Demikian pula negara-negara maju perlu menjalin hubungan komunikasi dengan negara-negara lain guna mengekspor produk atau barang-barangnya.
2.      Kebebasan pers atau media
Kebebasan pers atu media sangat berperan penting dalam era globalisasi. Sebab pers merupakan penghubung antara sebuah negara dengan masyarakatnya ataupun antara negara dengan negara lain
3.      Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan
Kesadaran para pemegang kekuasaan dengan paradigma baru untuk menjadi pemimpin yang bersih, berwibawa, adil dan transparan. Biasanya pemerintahan dengan manajemen yang cenderung otoriter yang tidak memberi jaminan pada rakyatnya untuk mengakses pemerintahan. Hal ini mendorong perubahan menuju pemerintahan yang transparan yang memberi kebebasan dan jaminan bagi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan pengawasan.
4.      Berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat
Hal ini menjadikan masyarakat semakin kritis terhadap berbagai informasi dan perkembangan dunia. Masyarakat semakin haus akan informasi, sehingga berbagai keadaan dunia mudah diketahui oleh masyarakat.
(Sumber : https://www.quipper.com/id/blog/mapel/faktor-pendorong-globalisasi/)



DAMPAK-DAMPAK GLOBALISASI
1.      Dampak Globalisasi di Bidang Budaya
Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merabaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/VCD atau DVD, lalu sekarang film yang dapat diunduh, atau streaming.

Dampak  positif globalisasi di bidang sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.
Dengan adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi diantaranya adalah informasi yang dapat diperoleh secara mudah, cepat, dan lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan dan wawasan manusia menjadi lebih luas.
Akan tetapi, dengan adanya arus globalisasi kadang-kadang tidak disertai penyaringan. Semua informasi diterima apa adanya. Hal itu berakibat pada perubahan pola hidup, pola pikir, dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan bangsa Indonesia.
Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu memengaruhi pola bertindak dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya membaca di kalangan pelajar, mereka lebih suka melihat televisi yang memperlihatkan tontonan yang mengandung unsur kekerasan yang kemudian mereka tiru.



2.      Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
Dampak positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif dan produktif. Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda. Sehingga, tidak mampu memenuhi tuntutan zaman karena sudah terbiasa menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa membuatnya.
Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara berkembang. Kemudian, Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang.
3.      Dampak Globalisasi Pada Aspek Sosial
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.
4.      Dampak pada Gaya Hidup:
a.       Individualistis
Dulu sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun mengobrol. Namun zaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet, bahkan kita bisa  bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. Hal ini akan sangat merusak karena menciptakan seseorang dengan sikap yang tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.





b.      Pragmatisme
Adalah sikap yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri sendiri. Padahal menolong tanpa pamrih adalah  pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin majunya zaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. Individu lebih mengarahkan pada kegiatan yang menguntungkan dirinya saja.
c.       Materialisme
Adalah doktrin yang menyatakan bahwa kenyamanan, kesenangan, dan kekayaan merupakan satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. Materialisme kecenderungan untuk lebih peduli dengan materi dari pada rohani atau tujuan dan nilai intelektual.
d.      Hedonisme
Adalah pandangan hidup atau pola hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta  pora, merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya.
(Sumber : https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/dampak-globalisasi/?)

GENARASI MILENIAL NEGARA INDONESIA
Terdapat banyak fenomena menarik dewasa ini, salah satunya yang sedang ramai dibicarakan oleh publik adalah generasi millennial. Maraknya budaya global dan gaya hidup pop culture, fenomena ini dianggap sebagai dampak dari arus globalisasi yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Globalisasi yang sering dimaknai sebagai proses mendunianya system sosial, ekonomi, politik, dan budaya sehingga dunia terkesan tanpa batas (borderless world). Dengan adanya satelit, internet, dan telepon jarak yang jauh terasa dekat.
Perkembangan teknologi dan informasi telah menghapus batas antarnegara, antarbangsa, dan antarkelas. Salah satu proses penting dari globalisasi adalah melahirkan generasi gadged, istilah yang sering digunakan untuk menandakan lahirnya generasi millennial. Pada dasarnya gadget lebih tepat didefinisiskan sebagai “peralatan”, sehingga generasi gadget dimaksudkan dengan generasi yang dalam kehidupannya tidak terlepaskan dari gadget, selalu bersinggungan dengan teknologi dan informasi. Dalam artian seolah-olah berbaga high-technology telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Menurut survey di Amerika Serikat, berselancar di dunia maya, bermain game online, dan bermain di situs jejaring sosial  justru baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang disponsori Mac Arthur Foundation selama tiga tahun telah berhasil membuktikan bahwa internet baik bagi perkembangan remaja. Namun Menurut Severin dan Tankard (2005), sejumlah penelitian tentang dampak dan pemanfaatan internet menunjukkan bahwa internet menjadi sumber utama untuk belajar tentang apa yang sedang terjadi di dunia seperti untuk hiburan, bergembira,relaksasi, untuk melupakan masalah, menghilangkan kesepian untuk mengisi waktu sebagai kebiasaan dan melakukan sesuatu dengan teman atau keluarga.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari internet, terutama dalam proses komunikasi dan penggalian informasi bagi seluruh masyarakat pengguna internet termasuk remaja. Disana dapat dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan  menggunakan google atau dengan cara yang lain, tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim email dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marakmaraknya adalah friendster, Facebook dan Twitter. Mereka mencari teman melalui friendster maupun facebook dan bisa juga kirim-kirim foto atau dan lain sebagainya. Di kalangan remaja Indonesia khususnya dari tingkat SMP dan SMA,internet sudah bukan hal yang asing lagi.

Mengenai trend dan kesukaan remaja Indonesia terhadap berbagai jenis kategori media, menunjukkan bahwa para remaja sudah mengerti dan menggunakan internet dalam kegiatan sehari-hari. Namun, para remaja sebagai salah satu pengguna internet belum mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat, dan cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu efek positif atau negatif yang akan diterima saat melakukan aktivitas internet tertentu. Banyak perusahaan-perusahaan yang terkait menjadikan remaja sebagai tambang emas mereka demi meraih keuntungan, sehingga dapat menimbulkan konflik. Untuk itu etika sangat diperlukan dalam penggunaan teknologi yang semakin canggih saat ini.
Situasi Indonesia Saat ini Dirasakan Mirip Suasana Jelang Pemberontakan PKI 1965

KELOMPOK KEWARGANEGARAAN
KELOMPOK 1 :
1.      DIAN PURBA
2.      HAMIMAH
3.      INGGRI SEPTIANI
4.      SARAH DELISTA NUROCHIM
5.      SITI RAHAYU


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar