NASIONALISME
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal
tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Berbagai
masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan,
pengangguran, terorisme dan lain sebagainya,menimbulkan banyak permasalahan.
Salah satunya adalah rendahnya rasa nasionalisme Bangsa Indonesia.
Taukah apa
itu arti dari nasionalisme ? sebagai warga negara seharusnya kita mengetahui
dan mengerti tentang nasionalisme. Pengertian Nasonalisme adalah satu paham
yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa
Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk
sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam
mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin
mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal (Wikipedia Bahasa
Indonesia).
Nasionalisme
kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme di mana
negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya,
"kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Nasionalisme
kenegaraan ialah variasi dari nasionalisme kewarganegaraan, yang selalu
digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik itu kuat sehingga
memiliki keutamaan untuk mengatasi hak
universal dan kebebasan.
Kejayaan
suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat
demokrasi. Nasionalisme tumbuh diindonesia dimulai setelah munculnya Serikat
Islam. Budi Oetomo yang sudah terbentuk dahulu merupakan organisasi
"elit" sehingga tidak berkontribusi dalam menumbuhkan nasionalisme
diseluruh kalangan masyarakat. Serikat Islam melakukan berbagai upaya dalam
menumbuhkan nasionalisme di seluruh daerah hindia belanda pada waktu itu.
Karena
adanya faktor pendukung diatas maka di Indonesia pun mulai muncul semangat
nasionalisme. Semangat nasionalisme ini digunakan sebagai ideologi/paham bagi
organisasi pergerakan nasional yang ada.
Ideologi
Nasional di Indonesia diperkenalkan oleh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang
diketuai oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk memperjuangkan kehidupan bangsa
Indonesia yang bebas dari penjajahan. Sedangkan cita-citanya adalah mencapai
Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir penjajahan pemerintahan Belanda
di Indonesia. Dengan Nasionalisme dijadikan sebagai ideologi maka akan
menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa, wilayah serta
tujuan dan cita-cita. Sehingga akan merasakan adanya sebuah kesetiaan yang
mendalam terhadap kelompok bangsa tersebut.
Saat ini
sikap nasionalisme menjadi hal yang penting, karena mulai
lunturnya jiwa nasionalisme tu sendiri dikalangan warga negara Indonesia.
Bagi Bangsa
Indonesia Nasionalisme adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa
Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Sejak abad 19
dan abad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika khususnya
Indonesia.
Rasa
nasionalisme sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi
bangsa yang maju, bangsa yang modern , bangsa yang aman dan damai, adil dan
sejahtera. Pada masa penjajahan Belanda, Bangsa Indonesia mencapai puncak
kejayaan rasa nasionalime Dimana pejuang-pejuang terdahulu kita bersatu dari
sabang sampai merauke untuk membebaskan diri dari penjajah.
Hal itu bisa
terwujud jika adanya rasa nasionalisme yang tinggi di masyarakat Indonesia dan
telah terbukti kita bisa memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan
semangat juang yang tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada ketahanan nasional
bangsa Indonesia.
KEANEKARAGAMAN NEGARA INDONESIA
Indonesia
merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan budaya.
Indonesia berbeda-beda tetapi tetap satu jua seperti semboyan "Bhineka
Tunggal Ika". Dari Sabang sampai Merauke terbentang Keindahan Alam,
Kehidupan Suku Bangsa yang Berdampindan dengan Budaya Warisan Ibu Pertiwi.
Keanekaragaman itulah yang menjadi Semangat Persatuan & Kesatuan Indonesia
dan Inilah Sejuta Keanekaragaman Indonesia.
Indonesia
Negeri yang sangat Indah. Memiliki 1340 suku dan 300 Etnik berada di dalam
Jamrud Khatulistiwa. Puluhan Ribu jenis Flora dan Fauna yang tersebar di 17.508
Pulau dengan garis pantai terpanjang di dunia, Puluhan Taman Nasional, Ratusan
Gunung Berapi membuat Indonesia menjadi syurga dunia. Wisatawan dometik maupun
mancanegara juga sudah membuktikannya, seperti di Pulau Bali yang setiap
harinya didatangi jutaan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keindahan
Indonesia itulah yang tidak dimiliki oleh Ratusan Negara lain di dunia.
Keanekaragaman
Indonesia tidak hanya dari Suku, Alam, Budaya serta Kuliner saja. Bahasa
menjadi bagian dari Keanekaragaman di Indonesia. Ribuan bahasa tersebar di
setiap sudut Bumi Pertiwi dan bahasa menjadi bagian penting bagi masyarakat
Indonesia. Indonesia ialah suatu negeri di Asia Tenggara di mana membentang
hamparan alam hijau yang indah permai, birunya laut yang luas, dengan beraneka
ragam tipe hayati yang mampu menciptakan tiap-tiap orang terkesima.
Tanah yang
subur bersama beraneka ragam sumber daya alam yang ada dan nyaris seluruhnya
bangsa di dunia membutuhkannya. Hal itu yang menjadikan sekian banyak negeri
mau menguasainya dengan kiat menjajah Indonesia.
Budaya
sendiri adalah identitas bangsa yg mesti dihormati, dijaga, and butuh
dilestarikan biar kebudayaan ini terus ada play on words sanggup jadi warisan
anak cucu nanti. Budaya yg ada di Indonesia dinamakan bersama budaya nasional. Sebagai
Contoh adanya Kebudayaan di Indonesia diantaranya seperti kesenian batik,
kesenian reog, kesenian tari pendet, kesenian wayang dan banyak yang lainnya
lagi. Kebudayaan tersebut sangat khas dan terkenal diindonesia.
Bangsa yang
maju adalah bangsa yang dapat menghargai dan bangga akan kebudayaannya sendiri.
Karena dari kebudayaan suatu bangsa dapat dilihat tingkat kemajuan dan
intelektualitas masyarakatnya.Indonesia sebagai bangsa yang plural dengan ragam
kebudayaannya mampu menarik perhatian dunia. Keanaekaragaman juga menjadi
tantangan bagi masyarakat Indonesia. Menjaga dan Melestarikan Sumber daya alam,
Kehidupan Suku Bangsa yang berdampingan dengan Budaya menjadi Tangung Jawab
bersama. Karena, Warisan Ibu Pertiwi selalu Abadi.
GLOBALISASI NEGARA INDONESIA
Globalisasi
adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan
dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan
infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan
Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong
saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
Meski
sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar
lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan
pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi
pada milenium ketiga sebelum Masehi. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20,
keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.
Istilah
globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih
sering lagi sejak pertengahan 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter
Internasional (IMF) mengidentifikasi empat aspek dasar globalisasi: perdagangan
dan transaksi, pergerakan modal dan investasi, migrasi dan perpindahan manusia,
dan pembebasan ilmu pengetahuan. Selain itu, tantangan-tantangan lingkungan
seperti perubahan iklim, polusi air dan udara lintas perbatasan, dan pemancingan
berlebihan dari lautan juga ada hubungannya dengan globalisasi. Proses
globalisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh bisnis dan tata kerja, ekonomi,
sumber daya sosial-budaya, dan lingkungan alam.
FAKTOR PENDORONG GLOBALISASI
Faktor Eksternal
Faktor
eksternal munculnya globalisasi berasal dari luar negeri atau perkembangan dunia,
yang diantara lain adalah:
1. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
Globalisasi
tidak akan bisa lepas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesatnya
ilmu dan teknologi, manusia dapat melakukan suatu penelitian sekaligus
menciptakan fasilitas yang memudahkan kerja dan aktivitas sehari-hari.
Kemajuan
ilmu dan teknologi menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang
serba canggih. Dapat mempermudah arus informasi dan transportasi secara cepat
tanpa mengenal ruang dan waktu. Perkembangan sarana komunikasi yang semakin
canggih juga merupakan salah satu bentuk perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang mendorong munculnya globalisasi.
2. Kesepakatan
internasional tentang pasar bebas
Hadirnya
perdagangan bebas merupakan hal-hal yang bisa menguatkan terjadinya globalisasi
di dunia ini. Tentunya, fenomena ini bisa terjadi karena mayoritas
negara-negara yang ada saat ini menerapkan sistem ekonomi terbuka, seperti
setiap negara bisa bekerjasama dengan negara lainnya. Dan tentunya Indonesia
pun melakukan hal ini dengan negara lainnya. Hal ini menuntut adanya komunikasi
yang semakin intensif antar negara-negara di dunia.
3. Keberhasilan
perjuangan pro demokrasi/politik dunia
Keberhasilan
perjuangan prodemokrasi di berbagai negara di dunia sedikit banyak memberi
inspirasi munculnya tuntutan transparansi dan globalisasi di sebuah negara.
Salah satu penyebab munculnya demokratisasi di berbagai belahan dunia adalah
setelah runtuhnya Uni Soviet.
4. Meningkatnya
fungsi dan peran lembaga-lembaga internasional
Lembaga
internasional tersebut, seperti IMF, PBB, Palang Merah Dunia, ASEAN, WTO yang
membuka peluang bagi setiap negara untuk duduk bersama membahas masalah-masalah
negara maupun perkembangan internasional.
5. Perkembangan
HAM di negara-negara belahan dunia
Perkembangan
Hak Asasi Manusia (HAM) menuntut kepedulian masyarakat internasional untuk
turut memengaruhi upaya perlindungan maupun penegakkan HAM. Seperti halnya di
Indonesia yang masih intens atas pelanggaran HAM di dalam negeri.
6. Kemudahaan
dalam migrasi
Saat ini
semakin banyak orang yang bermigrasi atau berpindah dari satu negara ke negara
lain dengan berbagai macam tujuan misalnya saja untuk bekerja, menuntut ilmu,
wisata, dan berbagai macam keperluan lainnya. Hal ini yang membuat orang-orang
yang ada dalam suatu daerah sudah terbiasa dengan orang-orang pendatang yang
datang dari daerah lainnya misalnya Bali dengan turis-turis internasionalnya.
Faktor Internal
Faktor
internal munculnya globalisasi berasal dari dalam negeri itu sendiri, antara
lain seperti berikut:
1. Ketergantungan
sebuah negara terhadap negara lain
Negara yang
berkembang sangat membutuhkan barang-barang dan jasa dari negara negara maju
untuk membangun negerinya. Demikian pula negara-negara maju perlu menjalin
hubungan komunikasi dengan negara-negara lain guna mengekspor produk atau
barang-barangnya.
2. Kebebasan
pers atau media
Kebebasan
pers atu media sangat berperan penting dalam era globalisasi. Sebab pers
merupakan penghubung antara sebuah negara dengan masyarakatnya ataupun antara
negara dengan negara lain
3. Berkembangnya
transparansi dan demokrasi pemerintahan
Kesadaran
para pemegang kekuasaan dengan paradigma baru untuk menjadi pemimpin yang
bersih, berwibawa, adil dan transparan. Biasanya pemerintahan dengan manajemen
yang cenderung otoriter yang tidak memberi jaminan pada rakyatnya untuk mengakses
pemerintahan. Hal ini mendorong perubahan menuju pemerintahan yang transparan
yang memberi kebebasan dan jaminan bagi masyarakat dan lembaga swadaya
masyarakat untuk melakukan pengawasan.
4. Berkembangnya
cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat
Hal ini menjadikan masyarakat
semakin kritis terhadap berbagai informasi dan perkembangan dunia. Masyarakat
semakin haus akan informasi, sehingga berbagai keadaan dunia mudah diketahui
oleh masyarakat.
(Sumber :
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/faktor-pendorong-globalisasi/)
DAMPAK-DAMPAK GLOBALISASI
1. Dampak
Globalisasi di Bidang Budaya
Semakin
bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat
dunia. Merabaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya
produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/VCD atau DVD, lalu sekarang
film yang dapat diunduh, atau streaming.
Dampak positif globalisasi di bidang sosial adalah
para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka
memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang
lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah generasi muda yang tidak siap akan
adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang
tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di
tembok-tembok, dan lain-lain.
Dengan
adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan
orang lain sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi
diantaranya adalah informasi yang dapat diperoleh secara mudah, cepat, dan
lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan dan wawasan manusia menjadi
lebih luas.
Akan tetapi,
dengan adanya arus globalisasi kadang-kadang tidak disertai penyaringan. Semua
informasi diterima apa adanya. Hal itu berakibat pada perubahan pola hidup,
pola pikir, dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan bangsa
Indonesia.
Segi budaya
merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi
dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu memengaruhi pola bertindak
dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya membaca di
kalangan pelajar, mereka lebih suka melihat televisi yang memperlihatkan
tontonan yang mengandung unsur kekerasan yang kemudian mereka tiru.
2. Dampak
Globalisasi di Bidang Ekonomi
Dampak
positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan
inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan
produk-produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif
dan produktif. Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat
konsumerisme di kalangan generasi muda. Sehingga, tidak mampu memenuhi tuntutan
zaman karena sudah terbiasa menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa
membuatnya.
Globalisasi
dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup
yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar
negara-negara kaya dengan negara-negara berkembang. Kemudian, Munculnya
perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional akan membuka peluang
terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada
segelintir orang.
3. Dampak
Globalisasi Pada Aspek Sosial
Negara tidak
lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil
kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk
mengatasi masalah sosial dan ekonomi.
4. Dampak pada
Gaya Hidup:
a. Individualistis
Dulu
sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga
ataupun mengobrol. Namun zaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah
dengan internet, bahkan kita bisa
bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar
dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung.
Hal ini akan sangat merusak karena menciptakan seseorang dengan sikap yang
tidak memperdulikan orang lain selain dirinya.
b. Pragmatisme
Adalah
sikap yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri sendiri. Padahal
menolong tanpa pamrih adalah pelajaran
dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin majunya zaman, menyebabkan lunturnya
nilai-nilai gotong royong dan tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. Individu
lebih mengarahkan pada kegiatan yang menguntungkan dirinya saja.
c. Materialisme
Adalah
doktrin yang menyatakan bahwa kenyamanan, kesenangan, dan kekayaan merupakan
satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. Materialisme kecenderungan untuk
lebih peduli dengan materi dari pada rohani atau tujuan dan nilai intelektual.
d. Hedonisme
Adalah
pandangan hidup atau pola hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan
materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini,
bersenang-senang, pesta pora, merupakan
tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena
mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali, sehingga mereka merasa ingin
menikmati hidup senikmat-nikmatnya.
(Sumber : https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sosiologi/dampak-globalisasi/?)
GENARASI MILENIAL NEGARA INDONESIA
Terdapat
banyak fenomena menarik dewasa ini, salah satunya yang sedang ramai dibicarakan
oleh publik adalah generasi millennial. Maraknya budaya global dan gaya hidup
pop culture, fenomena ini dianggap sebagai dampak dari arus globalisasi yang
sudah tidak dapat dibendung lagi. Globalisasi yang sering dimaknai sebagai
proses mendunianya system sosial, ekonomi, politik, dan budaya sehingga dunia
terkesan tanpa batas (borderless world). Dengan adanya satelit, internet, dan
telepon jarak yang jauh terasa dekat.
Perkembangan
teknologi dan informasi telah menghapus batas antarnegara, antarbangsa, dan
antarkelas. Salah satu proses penting dari globalisasi adalah melahirkan
generasi gadged, istilah yang sering digunakan untuk menandakan lahirnya
generasi millennial. Pada dasarnya gadget lebih tepat didefinisiskan sebagai
“peralatan”, sehingga generasi gadget dimaksudkan dengan generasi yang dalam
kehidupannya tidak terlepaskan dari gadget, selalu bersinggungan dengan
teknologi dan informasi. Dalam artian seolah-olah berbaga high-technology telah
menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Menurut
survey di Amerika Serikat, berselancar di dunia maya, bermain game online, dan
bermain di situs jejaring sosial justru
baik bagi perkembangan remaja. Digital Youth Project yang disponsori Mac Arthur
Foundation selama tiga tahun telah berhasil membuktikan bahwa internet baik
bagi perkembangan remaja. Namun Menurut Severin dan Tankard (2005), sejumlah
penelitian tentang dampak dan pemanfaatan internet menunjukkan bahwa internet
menjadi sumber utama untuk belajar tentang apa yang sedang terjadi di dunia
seperti untuk hiburan, bergembira,relaksasi, untuk melupakan masalah,
menghilangkan kesepian untuk mengisi waktu sebagai kebiasaan dan melakukan
sesuatu dengan teman atau keluarga.
Banyak
manfaat yang dapat diperoleh dari internet, terutama dalam proses komunikasi
dan penggalian informasi bagi seluruh masyarakat pengguna internet termasuk
remaja. Disana dapat dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya
dengan menggunakan google atau dengan
cara yang lain, tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari
teman, chatting, kirim email dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah.
Dikalangan remaja masa kini yang lagi marakmaraknya adalah friendster, Facebook
dan Twitter. Mereka mencari teman melalui friendster maupun facebook dan bisa
juga kirim-kirim foto atau dan lain sebagainya. Di kalangan remaja Indonesia
khususnya dari tingkat SMP dan SMA,internet sudah bukan hal yang asing lagi.
Mengenai
trend dan kesukaan remaja Indonesia terhadap berbagai jenis kategori media,
menunjukkan bahwa para remaja sudah mengerti dan menggunakan internet dalam
kegiatan sehari-hari. Namun, para remaja sebagai salah satu pengguna internet
belum mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat, dan cenderung mudah
terpengaruh oleh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu efek
positif atau negatif yang akan diterima saat melakukan aktivitas internet
tertentu. Banyak perusahaan-perusahaan yang terkait menjadikan remaja sebagai
tambang emas mereka demi meraih keuntungan, sehingga dapat menimbulkan konflik.
Untuk itu etika sangat diperlukan dalam penggunaan teknologi yang semakin
canggih saat ini.
Situasi
Indonesia Saat ini Dirasakan Mirip Suasana Jelang Pemberontakan PKI 1965
KELOMPOK
KEWARGANEGARAAN
KELOMPOK 1 :
1. DIAN PURBA
2. HAMIMAH
3. INGGRI
SEPTIANI
4. SARAH
DELISTA NUROCHIM
5. SITI RAHAYU






0 komentar:
Posting Komentar